Friday, October 22, 2010

:: ikhwati ::

Assalamualaikum wbt

Maaf jika menyepi. Disini ada sebuah sajak yang dinukilkan lama dah. Sekadar bicara hati. Mudah2an manfaat pada diri dan yang lain. Ini sajaknya :


Aku duduk terdiam dihadapanmu,

Kaku dan seakan sunyi,

Seperti aku dan kamu tidak pernah berukhuwah,

Entah kenapa aku jadi sangsi dan terkelu,

Dalam gerak masa yang berjalan,

Komitmenmu, ukhuwahmu dan tadhiyyahmu,

Seperti bukan engkau yang dulu,

Tidak seperti dulu,


Ya Akhi,

Jika bicara tentang insan,

Masing-masing ada permasalahannya,

Masing-masing ada kerisauannya,

Masing-masing ada cabaran hidupnya,

Tapi masakan masalah, risau dan cabaran,

Bisa mencairkan ukhuwah,

Bisa melenturkan jihad,

Bisa megembargembur intima',

Apa engkau sudah lupa tujuan dan jalanmu?


Ya Akhi,

Aku sudah jadi buntu untuk berbicara denganmu,

Sepatah dibalas sepatah,

Berbicara, aku juga yang mesti mulai,

Tersenyum, sudah pasti rumit,

Bahkan hanya wajah yang kaku, yang terpancar,

Sulaman ukhuwah tidak basah dengan iman,

Tapi kekeringan dengan kesunyian,

Atau mungkin, aku sahaja yang terasa begitu


Ya Akhi,

Entah mengapa,

Ku menggambarkan lukisan ceritamu dulu,

Kekuatan tadhiyyahmu,

Kehebatan dakwahmu,

Kepetahan bicaramu,

Kehangatan ukhuwahmu,

Dan identiti hebat mu ini,

Seolah hilang kini,

Hanya menjadi gambaran lalu,

Yang mudah2an bersemi kembali


Ya Akhi,

Ayuh kita tutup bicara lepas,

Kita hanyutkan kelemahan lalu,

Mari kita bina bicara baru,

Identiti baru yang lebih cermat,

Kekuatan baru yang seperti dahulu,

Bahkan lebih kuat dan teguh,

Hingga engkau yang aku kenal dulu,

Masih tetap seperti dahulu,

Tetapi lebih gencar dan hebat dari dulu,


Ya Akhi,

Kerana cintaku kepadamu kerana Allah,

Bait sajak ini hadir dari hati yang tulus,

Yang sentiasa mengharap setiap gerak adalah untukNya,

Setiap bicara adalah untuk dakwah kepadaNya,

Dan aku akan tetap terus berdoa,


Ya Allah,

Sahabatku ini, jagalah iman dan dirinya,

Selamatkan ia dari fitnah duniawi dan kekosongan jiwa,

Semaikan padanya kekuatan iman dan tadhiyyah,

Kembangkan darinya tunas-tunas dakwah,

Dan istiqomahkan dirinya di atas jalanMu,

Agar kami di syurga nanti,

Akan tetap bersama dan bertemu kembali.

Ameen.


Mohon kesedaran antum ya akhi.


Pecinta Dakwah

Jam 2108 - 041010 - Pejabat Pusat ISMA

4 comments:

BERJUANGLAH.... said...

salam akhi..
mantop puisinya..
mcm ada kehilangan.
kita mempunyai perasaan yg sama...
xpa, teruskan perjuangan kita...

- pecinta dakwah - said...

Wslm. Syukran akhi atas ziarah ke blog ana.

Moga antum seorang ikhwah mujahid yang sebenar seperti yang digambar alquran dan hadis.

teruskan berjuang akhi~

.. said...

tangis atas gersangnya ukhuwah adalah tangis kerana kemaraunya iman, maka ia kan b'buah knikmatan yg dgelar 'syukur' mmbenihkan tunas rasa utk lbh mghargai...insyaAllah. ujian adlh ni'mat, taubat adlh ubat!

smoga Allah mghapuskn ksedihn nta. (al-Fatir:34)

- pecinta dakwah - said...

Syukran `..'

Ana kurang jelas tentang kemaraunya iman. Mungkin ana sendiri perlu muhasabah ana yang sedang kemarau itu agaknya.

Dijalan dakwah, manusia diuji berbagai2. Dalam ujian, ramai sungkur. Ramai yang sakit. Tetapi ada juga yang teguh. Kerana itu, beruntunglah mereka yang dari awal menapak dijalan dakwah tetap terus hebat dan makin berlari, makin hebat.

"Kul amantu billah, summastakim" (katakanlah 'aku beriman kepada Allah' kemudian istiqomah)

Moga Allah beri ketetapan hati. Ameen~